Saturday, October 1, 2016

KOMPOR SEKAM PADI DAN KAWUL KAYU

Sekam padi melimpah di Nusantara karena padi adalah makanan utama sebagaian besar penduduk nusantara yang didukung oleh iklim sub tropis. Selama ini sekam padi hasil gilingan padi tidak ada harganya dan digunakan untuk bahan pembakaran gerabah.

Agak ironis kalau 38% petani di Gedang Sari menggunakan kayu bakar untuk kebutuhan rumah tangga dan UKM. Sisanya menggunakan elpiji. Ironis pula ketika limbah organik melimpah ruah di lingkungan dan tidak dimanfaatkan.


KOMPOR SEKAM PADI


Disain kompor untuk sekam padi berbeda dari disain kompor untuk kayu atau
batok kelapa. Ada beberapa variasi disain. Di gambar ini adalah disain dua lapis, Lapis dalam adalah ruang pembakaran.


Untuk pembakaran awal mudah sekali, cukup dengan sobekan beberapa kertas yang dimasukkan di ruang pembakaran dan rujang antara lapisan. Kertas-kertas itu harus cukup untuk memulia pembakaran gas hingga keluar gasnya sehingga terjadi pembakaran gas secara terus menerus.

Bila sekam sudah terbakar maka akan terbentuk gas yang akan mudah terbakar dari pembakaran awal dan kompor sekam telah berfungsi. Hal ini ditandai oleh kobaran api di ruang pembakaran yang semakin besar



Laju pembakaran sekam cukup cepat, bila pembakaran sekam telah berjalan maka abuk sekam akan jatuh ke bawah  dan ruang yang kosong akan diisi oleh persediaan sekam. Bila abu tidak jatuh ke bawah dan ruang pembakaran dipenuhi oleh abu sekam maka bara pembakaran akan merembet ke ruang sekam dimulai dengan tanda hitam di sekitar lapisan.

Suhu di ruang pembakaran sekitar

Bila cadangan sekam tidak segera ditambah maka dibawah sekam hitam itu akan mulai terbentuk rongga bara dan bagian atas itu akan segera runtuh ke bawah mengisi ruang pembakaran yang sudah mulai kosong. 

Bahan bakar sekam padi ternyata menghasilkan radiasi panas yang luar biasa, paling tidak sekitar 30cm disekelilingnya etrasa apalgi di atasnya. Panas di ruang pembakaran sekitar 490°C - 510°C, sedang di atas atau permukaan kompor sekitar 210°C - 240°C.


Kertas koran yang di atasnya pada jarak seperti terlihat di gambar langsung terbakar karena radiasi panas yang luar biasa,



Untuk menjerang air dengan ceret seperti di foto ini dibutuhkan sekitar 2kg sekam padi dalam waktu sekitar 10 menit.Untuk disain kapasitas 7.3 ons ini sekam harus diisi lagi hingga penuh sekitar dua kali. Maka, disain ini dimodifikasi untuk cadangan sekam 2.5 kg.


KAWUL LIMBAH MEUBLE

Kawul atau grajen adalah limbah produksi meuble. Disain kompor sekam ini juga bisa digunakan untuk bahan kawul. Lagi, untuk disain penampungan kawul harus lebih besar dari dsain kapsitas sekam 7.3 ons itu karena laju pembakaran kawul lebih cepat dibanding sekam padi. Namun, panas pembakaran kawul lebih rendah dari sekam padi.

Pembakara awal kawul cukup dengan kertas koran dimasukkan lalu dibakar. kertas koran untuk pembakaran awal juga lebih sedikit dibandingh untuyk pem,bakaran awal sekam karena kawul lebih mudah terbakar.. 







Hanya dalam waktu singkat setelah pembakaran awal, peristiwa pirolisis terjadi dan api segera menari-nari luar biasa.

 Artinya kompor sisap digunakan




 































































































































































































No comments:

Post a Comment